Senin, 19 Agustus 2013

Fighting..!!!




perjalanan hidup 
Menuju  Kesuksesan


     Tik..tik..tik…bunyi hujan terdengar jelas. Gerimis tak henti hentinya dari tadi malam. Hari sudah menunjukkan pukul 3 dini hari udara di luar sangatlah dingin angin bertiup mengiringi gerimis hujan. Tuti ditemani sang suami dan keluarganya berada di rumah bersalin. Dia menahan rasa sakitnya ketika mau melahirkan.
     Tuti anak dari juragan sapi orang terkaya di desanya yang pasti disengani oleh orang sedesa. Dia anak pertama dan suaminya juga anak pertama. Kehadiran bayinya sangat ditunggu oleh keluarga mereka karena orang tua mereka mendambakan seorang cucu. 
     Setelah menunggu 1 jam perjuangan antara hidup dan mati akhirnya terdengar…..Oekk..oekk..oeekk…suara tangisan bayi baru lahir memecah heningnya dini hari itu. Keluarga yang menunggu diluar mengucapkan puji syukur       “ Alhamdulillahhh…” mereka sangat senang dengan kelahiran bayi yang ditunggu tunggunya itu. Kemudian Herman sang suami mengumandangkan adzan ditelinga kanan dan iqamah ditelinga kiri bayi itu.
     Bidan dan kedua perawatnya keluar dari ruangan, mereka mempersilahkan masuk keluarga yang diluar. Silahkan masuk tuan nyonya bayi ibu Tuti sudah lahir perempuan dengan sempurna “ perintah bidan ” iya makasih “ balas mereka serentak ” kemudian masuk dan melihat keadaan cucu baru mereka.
     “ Sayang….makasih yachh udah nglahirin bayi buat kita semua” kata herman... “Iyaa sayang” balas Tuti dengan tersenyum bahagia. Kemudian herman mencium kening Tuti, “ cciiieyyy…ciieyyyy..soo sweettt dechhh” ledek adik Tuti yang kebetulan juga ada dan Tuti cuma tersenyum malu karena keluarga lagi ngumpul disitu. 
     “ Sudah sudah gantian ibu yang mau gendong cucu ibu yang baru…. Hidungnya mirip Tuti tapi mukanya mirip Herman hehehe ” jelas ibu Tuti.  “ Pinter juga nich bayi ambil yang bagus doank….hahaha ” sahut adik Tuti. “ Ngomong ngomong ini bayi namanya siapa??? ” tanya ayah Tuti. “ Belum kepiran yahh” jawab Tuti dan Herman serempak sambil tersenyum.

 * * *
 7 hari setelah kelahiran
     “ Kakak kasih tau donk siapa nama sie..keciel inih…??? ” pinta Rani adik Tuti.       “ Iya iyaa.. ntar malem kamu juga tau ” jawab Tuti. “ iiicchh… kakak cepetan donkk nggk sabar tau” rengek Rani. “ Gk malu apa dilihatin adek kecil ?? itu dek lihat kak Rani ahahah ” ledek Tuti. “ iiiccchhhhhh….kakak nyebelin tau nggak ” sambil merengut dan pergi.
     Malam waktu aqiqah tiba ternyata nama bayi Tuti yaitu “Jessica  Claudhea ” nama yang indah cocok dengan bayi cantik imutt dan menggemaskan itu. Malam acara sangat ramai tamu undangan disore hari datang bergantian tak henti hentinya membuat Tuti sekeluarga kewalahan.

    * * *
     Hari hari Ica tumbuh dengan kasih sayang keluarga yang tidak pernah kekurangan apapun karena dia anak pertama dan cucu pertama dari juragan sapi terkaya sedesa tempat mereka tinggal.
     Tiba waktunya Ica untuk sekolah..semasa TK dia masih tetap mendapat kasih sayang penuh karena dia memang anak tunggal dari Tuti dan Herman. Begitupun SD dia tetap dimanjain seperti anak kecil, makan aja kalau nggak diambilin nggak makan. Kasih sayang yang terlalu berlebih sampai orang sedesa juga menyanyanginya itu membuat Sindi teman sekelasnya iri padanya. Sindi iri pada kecantikannya kepandaiannya dan kasih sayang yang Ica dapatkan.
     Semakin hari semakin cantik paras Ica yang membuat cowok cowok sekolahnya terkagum sama Ica. Dan kepandaiannya juga tidak kalah dengan kecantikannya. Bahkan dia mendapat nilai UAN tertinggi disekolahnya.
    Hal tersebut membuat Sindi semakin benci sama Ica. Dan Sinci sudah merencanakan sesuatu buat nyingkirkan Ica dari posisi yang mengagumkan itu. Hati Sinci semakin panas ketika acara wisuda SD Ica tampil cantik banget dan mendapat penghargaan atas prestasinya.

     Akhirnya liburan tiba….
     Ica sekeluarga akan liburan bersama ke luar kota, betapa bahagianya Ica waktu itu karena waktu itu sangat dinanti nantikannya karena keluarganya sibuk sendiri dan Ica pun juga sibuk sekolah.
     Tapi…sebelum berangkat Ica disuruh membeli minuman di toko samping rumahnya. Ketika di jalan mau pulang…brruuukk..Sendi sengaja menubruk Ica untuk menukar botol minuman itu.  Sendi mengisi botolnya tadi dengan serbuk pemanis buatan dengan kadar gula tinggi. Dia tau kalau minuman itu buat kakeknya dan kakeknya itu mempunyai penyakit diabet.
     “ Maaff nggk sengaja ” ucap Sendy pada Ica. “ Iya gpp lagian juga aku kok yang salah lagi buru buru ” jawab Ica. “  Ooouhh…. emang mau kemana ca??? ” tanya Sendi. “ Aku mau ke pantai liburan sama keluarga..” jawab Ica. “ uuuiiichhh…asyik donk..” ledek Sendi. “ Iyaa..heheheh…ya udah yah aku udah ditungguin kakek ntar kakek marah kalau minumannya gak dateng dateng…udah yak bey bey..!!! ”jawab Ica. “ Iyaa..” jawab Sendi singkat.
     Dalam hatinya… “ mampuss loe ca gue kerjain…mati kakek loe hahaha…” sambil pergi ninggalin tempat kejadian tadi.
* * *
    “ Icaaa…. mana minuman kakek?? ” tanya kakek Ica. “ Ini kek.. Ica bukain sekalian ya?? ” jawab Ica... “ Iya sayangg ”  jawab kakek.
Tiba tiba kakek pingsan setelah minum minuman itu…….
“ Kakekkk….. kakek kenapa bangun kek….sambil takut dan menangis,,, ayah…ayah…ayahh…kakek yah cepetan kesini..” panggil Ica
“ Astagfirullah….kakek kenapa ca?? ” tanya ayah.
“ Nggak tau yah..ayo cepet dibawa kerumah sakit yah..” jawab Ica.
     Kemudian kakek dibawa kerumah sakit dan liburan dibatalkan.
* * *
     “ Ica tadi kakek kenapa bisa jadi gini?? ” tanya Tuti. “ Nggak tau bun tadi habis minum minuman seperti biasa terus kakek pingsan” jawab Ica.
“ Sekarang mana minumannya??? ” tanya nenek. “ Di rumah nek ” jawan Ica. “ Ambil dan bawa sini ayah mau lihat. ” perintah ayah. “ Iyaa..bentar Ica ambilkan ” jawab Ica.
    Akhirnya Ica pulang untuk mengambil botol minuman kakeknya tadi padahal hari sedang hujan deras.
Beberapa menit kemudian.
“ Ini yah minumannya” jelas Ica.
    Ayah mencoba minum sisa minumannya tadi dan ternyata rasanya sangat manis. Ayah marah besar dan menampar Ica.
“ Ica.. apa kamu nggak tau kalau itu membahayakan kakek?? ” bentak ayah. “ Maaf yah Ica nggak tau kalau minumanya manis tapi biasanya kakek juga minum itu kok.” Jawab Ica. “ Nggak usah banyak alasan kamu. ” bentak ayah.
    Kemudian Ica lari..pergi menuju taman. Dia hujan hujanan di malam hari yang sangat dingin. Sampai dia pingsan kedinginan di taman dan tidak ada orang yang tau. Dia tidur di taman sampai pagi. Dan pulang dengan baju yang basah kuyup.
     Sampai di rumah dia tidak ditanyaian kemana tadi malam dia pergi. Semua keluarga dan orang sedesa sudah membencinya. Ica menghadapi semua ini dengan sabar dia tidak berani bilang ke orang kalau minuman yang dibelinya kemarin sempat ketukar dengan minuman yang dibawa Sendi.
     Keesokan harinya waktu Ica jalan jalan pagi dia bertemu dengan Sendi.
“ Kasian sekarang loe udah dibenci semua orang malang bener nasib loe?? Ledek Sendi.
     Ica hanya terdiam sedih menundukkan kepalanya padahal dia tau kalau yang nyebarin berita itu Sendi dan pasti ditambah tambahin.
* * *
     Kini tiba waktunya Ica sekolah lagi. Mulai hari ini Ica menjalani hidup tanpa kasih sayang dari keluarganya bahkan semua orang masih tetap membencinya. Orang tuanya tidak memperhatikannya lagi mereka hanya memberi uang untuk biaya sekolah aja tanpa kasih sayang.
     Ica bener bener harus mandiri. Biasanya dia makan aja diambilkan sekarang dia harus ambil sendiri bahkan dia sudah 3 hari tidak makan orang tuanya tidak menanyainya. Sampai sampai dia terkena penyakit mag.
    Hidupnya sekarang bagaikan sebatangkara. Hari hari dia lewati dengan kesendirian kesedian yang mendalam. Dia berjanji dalam hatinya dia akan mewujudkan semua mimpinya menuju kesuksesan dengan berjuang sekuat tenaganya dan tidak akan menyia nyiakan waktu karena baginya

                                                       LOST TIME IS NEVER FOUND

     6 tahun semasa dia SMP dan SMA telah dia lalui. Selama itu dia memperoleh prestasi prestasi yang membanggakan sampai dia mendapat bea siswa kuliah kedokteran di universitas ternama. 
     Sewaktu dia kuliah kakeknya sakit parah sehingga hartanya habis terkuras untuk pengobatan kakeknya. Kini dia semakin dibenci sama keluarganya dan dia diusir dari rumah. Ica harus menanggung hidupnya sendiri dia bekerja sambil kuliah untuk memenuhi hidupnya tapi semangat belajarnya tidak pernah terganggu oleh keadaannya. Dia setiap saat belajar dan belajar tidak ada waktu luang baginya.
     Dan akhirnya sampailah di akhir kuliahnya dia juga mendapat nilai terbaik dengan lulus tercepat. Banyak rumah sakit yang menawarinya. Peluang kerjanya sangat mudah baginya.
     Kini dia bekerja di rumah sakit ternama di Jakarta dan mempunyai perusahaan sendiri atas kerja kerasnya. Namanya terkenal dimana mana sampai ke telinga keluarganya. Setelah semua usahanya berkembang pesat  dia pulang untuk mencari keluarganya yang sekarang miskin dia menemui keluarganya dirumah dan meminta maaf atas semua kesalahannya.
     Keluarganya memaafkan dan Ica sangat bahagia waktu itu. Tapi setelah mereka berpelukan Ica pingsan, keluarganya bingung dan membawanya ke rumah sakit. Ternyata tidak diduga tidak disangka Ica mengidap penyakit LEUKIMIA yang sudah cukup parah. Dan setelah seminggu di rumah sakit Ica meninggal dunia. Keluarganya menangis tak henti hentinya ketika mengetahui Ica sudah mempunyai penyakit itu lama tapi dia cukup kuat untuk menahannya.
Sebelum meninggal dia sudah berpesan lewat pengacaranya agar memberikan surat dan semua hartanya untuk keluarnya. 

Suratnya yaitu…….

Bunda…..
Ayah dan semuanya…….
Maafkan semua salahku selama ini
Maaf aku baru berani bilang kalau sebenarnya botol itu dulu ketukar sama orang di jalan waktu dia menabrakku tapi maaf orang itu tidak aku sebutkan karena aku tidak ingin menambah permasalahan
Bunda kalau boleh saya jujur sebenarnya saya sudah mengidap penyakit itu semenjak SMA tapi saya tidak memberi tau kalian semua mungkin percuma aku memberi tahu kalian waktu itu karena kalian sudah tidak menyanyangiku lagi
Mungkin tidak menganggap aku keluarga lagi
Tapi sudahlah aku tetap sayang kalian semua terutama bunda makasih sudah melahirkanku dan semuanya makasih sudah menyanyangiku dengan baik
Bunda ada sedikit hasil usahaku selama ini..itu semua buat bunda dan keluarga tapi maaf itu tidak sebanding dengan apa yang telah kalian berikan padaku
Aku sayang bunda dan semuanya…..
Dan aku mohon ikhlaskan kepergianku…


                                                                    ……T A M AT…..


                                             
                                                                                                                  By : GITA PARADISMA


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar