perjalanan hidup
Menuju
Kesuksesan
Tik..tik..tik…bunyi hujan terdengar jelas.
Gerimis tak henti hentinya dari tadi malam. Hari sudah menunjukkan pukul 3 dini
hari udara di luar sangatlah dingin angin bertiup mengiringi gerimis hujan.
Tuti ditemani sang suami dan keluarganya berada di rumah bersalin. Dia menahan
rasa sakitnya ketika mau melahirkan.
Tuti anak dari juragan sapi orang terkaya
di desanya yang pasti disengani oleh orang sedesa. Dia anak pertama dan
suaminya juga anak pertama. Kehadiran bayinya sangat ditunggu oleh keluarga
mereka karena orang tua mereka mendambakan seorang cucu.
Setelah menunggu 1 jam perjuangan antara
hidup dan mati akhirnya terdengar…..Oekk..oekk..oeekk…suara tangisan bayi baru
lahir memecah heningnya dini hari itu. Keluarga yang menunggu diluar
mengucapkan puji syukur “
Alhamdulillahhh…” mereka sangat senang dengan kelahiran bayi yang ditunggu
tunggunya itu. Kemudian Herman sang suami mengumandangkan adzan ditelinga kanan
dan iqamah ditelinga kiri bayi itu.
Bidan dan kedua perawatnya keluar dari
ruangan, mereka mempersilahkan masuk keluarga yang diluar. Silahkan masuk tuan
nyonya bayi ibu Tuti sudah lahir perempuan dengan sempurna “ perintah bidan ”
iya makasih “ balas mereka serentak ” kemudian masuk dan melihat keadaan cucu
baru mereka.
“ Sayang….makasih yachh udah nglahirin
bayi buat kita semua” kata herman... “Iyaa sayang” balas Tuti dengan tersenyum
bahagia. Kemudian herman mencium kening Tuti, “ cciiieyyy…ciieyyyy..soo sweettt
dechhh” ledek adik Tuti yang kebetulan juga ada dan Tuti cuma tersenyum malu
karena keluarga lagi ngumpul disitu.
“ Sudah sudah gantian ibu yang mau gendong
cucu ibu yang baru…. Hidungnya mirip Tuti tapi mukanya mirip Herman hehehe ”
jelas ibu Tuti. “ Pinter juga nich bayi
ambil yang bagus doank….hahaha ” sahut adik Tuti. “ Ngomong ngomong ini bayi
namanya siapa??? ” tanya ayah Tuti. “ Belum kepiran yahh” jawab Tuti dan Herman
serempak sambil tersenyum.
* * *
7
hari setelah kelahiran
“ Kakak kasih tau donk siapa nama
sie..keciel inih…??? ” pinta Rani adik Tuti. “ Iya iyaa.. ntar malem kamu juga tau ”
jawab Tuti. “ iiicchh… kakak cepetan donkk nggk sabar tau” rengek Rani. “ Gk
malu apa dilihatin adek kecil ?? itu dek lihat kak Rani ahahah ” ledek Tuti. “
iiiccchhhhhh….kakak nyebelin tau nggak ” sambil merengut dan pergi.
Malam waktu aqiqah tiba ternyata nama bayi
Tuti yaitu “Jessica Claudhea ” nama yang
indah cocok dengan bayi cantik imutt dan menggemaskan itu. Malam acara sangat
ramai tamu undangan disore hari datang bergantian tak henti hentinya membuat
Tuti sekeluarga kewalahan.
* * *
Hari hari Ica tumbuh dengan kasih sayang
keluarga yang tidak pernah kekurangan apapun karena dia anak pertama dan cucu
pertama dari juragan sapi terkaya sedesa tempat mereka tinggal.
Tiba waktunya Ica untuk sekolah..semasa TK
dia masih tetap mendapat kasih sayang penuh karena dia memang anak tunggal dari
Tuti dan Herman. Begitupun SD dia tetap dimanjain seperti anak kecil, makan aja
kalau nggak diambilin nggak makan. Kasih sayang yang terlalu berlebih sampai
orang sedesa juga menyanyanginya itu membuat Sindi teman sekelasnya iri
padanya. Sindi iri pada kecantikannya kepandaiannya dan kasih sayang yang Ica
dapatkan.
Semakin hari semakin cantik paras Ica yang
membuat cowok cowok sekolahnya terkagum sama Ica. Dan kepandaiannya juga tidak
kalah dengan kecantikannya. Bahkan dia mendapat nilai UAN tertinggi
disekolahnya.
Hal tersebut membuat Sindi semakin benci
sama Ica. Dan Sinci sudah merencanakan sesuatu buat nyingkirkan Ica dari posisi
yang mengagumkan itu. Hati Sinci semakin panas ketika acara wisuda SD Ica
tampil cantik banget dan mendapat penghargaan atas prestasinya.
Akhirnya liburan tiba….
Ica sekeluarga akan liburan bersama ke
luar kota, betapa bahagianya Ica waktu itu karena waktu itu sangat dinanti
nantikannya karena keluarganya sibuk sendiri dan Ica pun juga sibuk sekolah.
Tapi…sebelum berangkat Ica disuruh membeli
minuman di toko samping rumahnya. Ketika di jalan mau pulang…brruuukk..Sendi
sengaja menubruk Ica untuk menukar botol minuman itu. Sendi mengisi botolnya tadi dengan serbuk
pemanis buatan dengan kadar gula tinggi. Dia tau kalau minuman itu buat
kakeknya dan kakeknya itu mempunyai penyakit diabet.
“ Maaff nggk sengaja ” ucap Sendy pada
Ica. “ Iya gpp lagian juga aku kok yang salah lagi buru buru ” jawab Ica.
“ Ooouhh…. emang mau kemana ca??? ”
tanya Sendi. “ Aku mau ke pantai liburan sama keluarga..” jawab Ica. “ uuuiiichhh…asyik
donk..” ledek Sendi. “ Iyaa..heheheh…ya udah yah aku udah ditungguin kakek ntar
kakek marah kalau minumannya gak dateng dateng…udah yak bey bey..!!! ”jawab
Ica. “ Iyaa..” jawab Sendi singkat.
Dalam hatinya… “ mampuss loe ca gue
kerjain…mati kakek loe hahaha…” sambil pergi ninggalin tempat kejadian tadi.
* *
*
“ Icaaa…. mana minuman kakek?? ” tanya
kakek Ica. “ Ini kek.. Ica bukain sekalian ya?? ” jawab Ica... “ Iya sayangg
” jawab kakek.
Tiba tiba kakek pingsan
setelah minum minuman itu…….
“ Kakekkk….. kakek kenapa
bangun kek….sambil takut dan menangis,,, ayah…ayah…ayahh…kakek yah cepetan
kesini..” panggil Ica
“ Astagfirullah….kakek
kenapa ca?? ” tanya ayah.
“ Nggak tau yah..ayo cepet
dibawa kerumah sakit yah..” jawab Ica.
Kemudian kakek dibawa kerumah sakit dan
liburan dibatalkan.
* *
*
“ Ica tadi kakek kenapa bisa jadi gini?? ”
tanya Tuti. “ Nggak tau bun tadi habis minum minuman seperti biasa terus kakek
pingsan” jawab Ica.
“ Sekarang mana
minumannya??? ” tanya nenek. “ Di rumah nek ” jawan Ica. “ Ambil dan bawa sini
ayah mau lihat. ” perintah ayah. “ Iyaa..bentar Ica ambilkan ” jawab Ica.
Akhirnya Ica pulang untuk mengambil botol
minuman kakeknya tadi padahal hari sedang hujan deras.
Beberapa
menit kemudian.
“ Ini yah minumannya” jelas
Ica.
Ayah mencoba minum sisa minumannya tadi dan
ternyata rasanya sangat manis. Ayah marah besar dan menampar Ica.
“ Ica.. apa kamu nggak tau
kalau itu membahayakan kakek?? ” bentak ayah. “ Maaf yah Ica nggak tau kalau
minumanya manis tapi biasanya kakek juga minum itu kok.” Jawab Ica. “ Nggak
usah banyak alasan kamu. ” bentak ayah.
Kemudian Ica lari..pergi menuju taman. Dia
hujan hujanan di malam hari yang sangat dingin. Sampai dia pingsan kedinginan
di taman dan tidak ada orang yang tau. Dia tidur di taman sampai pagi. Dan
pulang dengan baju yang basah kuyup.
Sampai di rumah dia tidak ditanyaian
kemana tadi malam dia pergi. Semua keluarga dan orang sedesa sudah membencinya.
Ica menghadapi semua ini dengan sabar dia tidak berani bilang ke orang kalau
minuman yang dibelinya kemarin sempat ketukar dengan minuman yang dibawa Sendi.
Keesokan harinya waktu Ica jalan jalan
pagi dia bertemu dengan Sendi.
“ Kasian sekarang loe udah
dibenci semua orang malang bener nasib loe?? Ledek Sendi.
Ica hanya terdiam sedih menundukkan
kepalanya padahal dia tau kalau yang nyebarin berita itu Sendi dan pasti
ditambah tambahin.
*
* *
Kini tiba waktunya Ica sekolah lagi. Mulai
hari ini Ica menjalani hidup tanpa kasih sayang dari keluarganya bahkan semua
orang masih tetap membencinya. Orang tuanya tidak memperhatikannya lagi mereka
hanya memberi uang untuk biaya sekolah aja tanpa kasih sayang.
Ica bener bener harus mandiri. Biasanya
dia makan aja diambilkan sekarang dia harus ambil sendiri bahkan dia sudah 3
hari tidak makan orang tuanya tidak menanyainya. Sampai sampai dia terkena
penyakit mag.
Hidupnya sekarang bagaikan sebatangkara.
Hari hari dia lewati dengan kesendirian kesedian yang mendalam. Dia berjanji
dalam hatinya dia akan mewujudkan semua mimpinya menuju kesuksesan dengan
berjuang sekuat tenaganya dan tidak akan menyia nyiakan waktu karena baginya
LOST TIME IS
NEVER FOUND
6 tahun semasa dia SMP dan SMA telah dia
lalui. Selama itu dia memperoleh prestasi prestasi yang membanggakan sampai dia
mendapat bea siswa kuliah kedokteran di universitas ternama.
Sewaktu dia kuliah kakeknya sakit parah
sehingga hartanya habis terkuras untuk pengobatan kakeknya. Kini dia semakin
dibenci sama keluarganya dan dia diusir dari rumah. Ica harus menanggung
hidupnya sendiri dia bekerja sambil kuliah untuk memenuhi hidupnya tapi
semangat belajarnya tidak pernah terganggu oleh keadaannya. Dia setiap saat
belajar dan belajar tidak ada waktu luang baginya.
Dan akhirnya sampailah di akhir kuliahnya
dia juga mendapat nilai terbaik dengan lulus tercepat. Banyak rumah sakit yang
menawarinya. Peluang kerjanya sangat mudah baginya.
Kini dia bekerja di rumah sakit ternama di
Jakarta dan mempunyai perusahaan sendiri atas kerja kerasnya. Namanya terkenal
dimana mana sampai ke telinga keluarganya. Setelah semua usahanya berkembang
pesat dia pulang untuk mencari
keluarganya yang sekarang miskin dia menemui keluarganya dirumah dan meminta
maaf atas semua kesalahannya.
Keluarganya memaafkan dan Ica sangat
bahagia waktu itu. Tapi setelah mereka berpelukan Ica pingsan, keluarganya
bingung dan membawanya ke rumah sakit. Ternyata tidak diduga tidak disangka Ica
mengidap penyakit LEUKIMIA yang sudah cukup parah. Dan setelah seminggu di
rumah sakit Ica meninggal dunia. Keluarganya menangis tak henti hentinya ketika
mengetahui Ica sudah mempunyai penyakit itu lama tapi dia cukup kuat untuk
menahannya.
Sebelum meninggal dia sudah
berpesan lewat pengacaranya agar memberikan surat dan semua hartanya untuk
keluarnya.
Suratnya yaitu…….
Suratnya yaitu…….
Bunda…..
Ayah dan semuanya…….
Maafkan semua salahku selama
ini
Maaf aku baru berani bilang
kalau sebenarnya botol itu dulu ketukar sama orang di jalan waktu dia
menabrakku tapi maaf orang itu tidak aku sebutkan karena aku tidak ingin
menambah permasalahan
Bunda kalau boleh saya jujur
sebenarnya saya sudah mengidap penyakit itu semenjak SMA tapi saya tidak
memberi tau kalian semua mungkin percuma aku memberi tahu kalian waktu itu
karena kalian sudah tidak menyanyangiku lagi
Mungkin tidak menganggap aku
keluarga lagi
Tapi sudahlah aku tetap
sayang kalian semua terutama bunda makasih sudah melahirkanku dan semuanya
makasih sudah menyanyangiku dengan baik
Bunda ada sedikit hasil
usahaku selama ini..itu semua buat bunda dan keluarga tapi maaf itu tidak
sebanding dengan apa yang telah kalian berikan padaku
Aku sayang bunda dan
semuanya…..
Dan aku mohon ikhlaskan
kepergianku…
……T A M AT…..
By : GITA PARADISMA
By : GITA PARADISMA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar